Kenaikan Harga Pangan Gerus Kepercayaan Konsumen
Jakarta – Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah pada bulan Juni ke level terendah dalam empat bulan terakhir akibat kenaikan harga pangan. IKK periode Juni turun sebesar 2,4% menjadi 86,7.
Survei terakhir yang dilakukan Danareksa Research Institute (DRI) menunjukkan, lebih dari 50% konsumen masih menyatakan bahwa tingginya harga bahan makanan telah membebani kehidupan mereka.
Akibatnya, konsumen merasa kurang optimistis terhadap prospek ekonomi di masa mendatang.
“Apalagi lebih dari 90% konsumen yang disurvei merasa yakin bahwa harga barang akan naik dalam enam bulan ke depan,” ujar Kepala Riset DRI, Yudhi Purbaya Sadewa, dalam siaran pers perseroan, Sabtu (3/7/2010).
Dari kedua komponen utama yang membentuk IKK, komponen yang menunjukkan keadaan saat ini, Indeks Situasi Sekarang (ISS), naik sebesar 0,2% menjadi 70,2 pada bulan Juni. Namun, komponen IKK yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), turun sebesar 3,8% menjadi 99,0.
Penurunan IE ke level di bawah 100 ini menunjukkan bahwa masyarakat yang merasa optimis tehadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang semakin berkurang.
“Dengan berkurangnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi enam bulan mendatang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama menurun pada bulan Juni,” jelas Yudhi.
Berdasarkan hasil survei DRI terakhir, sebanyak 27,1% dari konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang.
Persentase ini menurun dari persentase pada bulan Mei dimana sebanyak 28,2% dari konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama.
Konsumen merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan meningkat dalam enam bulan mendatang. Pada survei terakhir, indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 1,7% dari 186,9 menjadi 190,1 pada bulan Juni. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Oktober 2008.
Menurut hasil survey DRI, lebih dari 90% konsumen yang disurvei merasa yakin bahwa harga barang akan naik dalam enam bulan ke depan.
“Ekspektasi ini bisa jadi disebabkan oleh ekspektasi kenaikan harga selama bulan puasa di bulan Agustus dan perayaan lebaran di bulan September,” paparnya.
Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya menurun kembali pada bulan Juni.
Setelah naik ke level tertinggi di tahun ini pada bulan Mei, Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 3,2% menjadi 97,7.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga (indeks yang terkait turun sebesar 11,4% menjadi 74,1),” tambahnya.

Sat, Jul 3, 2010
Berita